: DARI KOALISI HITAM, KAMPANYE HITAM, DEMOKRASI HITAM SAMPAI KEPADA QUICK COUNT HITAM ::.
KOALISI HITAM: koalisi PARPOL yg terdiri dari tersangka HAJI oleh SDA (PPP), Kasus Hambalang oleh PD, Mafia Migas oleh PAN, Kasus Lapindo oleh ARB (PG), Kasus Import Daging Sapi oleh PKS, Kasus SKRT oleh MK (PBB) dan Penculik Aktivis 97/98.
KAMPANYE HITAM: semua tudingan fitnah bertubi2 dilemparkan kepada Jokowi dari kafirlah, turunan cinalah, antek cinalah, antek amerikalah, antek yahudilah, sampai tuduhan PKI.
DEMOKRASI HITAM: Demokrasi liberal saja masih menghormati nilai-nilai etis. Ini etika dan profesionalitas jurnalistik saja di'bunuh' dgn tampilnya Tabloid Obor Rakyat dll. Netralitas TNI/ POLRI pun patut dipertanyakan dengan statementnya Jend. (Purn) Prof. Hendropriyono yg mengatakan bahwa ia mengantongi 9 nama yg salah satunya ada Wamil 2003. Netralitas PENYELENGGARA PEMILU pun patut dipertanyakan dengan kasus Pemilu di Hongkong. Dan yang lebih ironisnya adalah Lambang Negara GARUDA PANCASILA dirubah seenaknya menjadi GARUDA MERAH.
QUICK COUNT HITAM:
Skandal Quick Count TVONE Terbongkar:
Semula tvOne meneken kontrak dg PolTrack - Hanta Yudha utk menayangkan hasil quick count. Tiba2 sehari sebelum hari pencoblosan, masuk 3 lembaga lain tanpa data lapangan yg jelas: LSN, Puskaptis dan satu lagi entah apa namanya
Ternyata, hasil quick count tidak ditayangkan tvOne karena Hanta menolak diatur-atur, yang ditampilkan hanya LSN cs. Hasil quick count Hanta Yudha kurang lebih sama dg SMRC, Indikator, LSI, Populi, dan Kompas.
Setelah kampanye hitam, sekarang ada quick count hitam....ck ck ck...
Skandal Quick Count TVONE Terbongkar:
Semula tvOne meneken kontrak dg PolTrack - Hanta Yudha utk menayangkan hasil quick count. Tiba2 sehari sebelum hari pencoblosan, masuk 3 lembaga lain tanpa data lapangan yg jelas: LSN, Puskaptis dan satu lagi entah apa namanya
Ternyata, hasil quick count tidak ditayangkan tvOne karena Hanta menolak diatur-atur, yang ditampilkan hanya LSN cs. Hasil quick count Hanta Yudha kurang lebih sama dg SMRC, Indikator, LSI, Populi, dan Kompas.
Setelah kampanye hitam, sekarang ada quick count hitam....ck ck ck...
Ide nya sederhana yakni:
Inputnya HITAM ==>> Prosesnya HITAM ==>> Hasilnya HITAM.
Inputnya HITAM ==>> Prosesnya HITAM ==>> Hasilnya HITAM.
SOLUSINYA:
Hanya HUKUM yang bisa menjadi PANGLIMA nya.
A. USUT TUNTAS, TANGKAP DAN ADILI:
1. Siapapun pelaku KORUPTOR & PELANGGAR HAM di bidang kemanusiaan maupun di bidang sosial ekonomi di KOALISI HITAM.;
2. Siapapun yang melakukan KAMPANYE HITAM dan DEMOKRASI HITAM serta QUICK COUNT HITAM.
B. Kawal terus hasil perhitungan suara dari tingkat PPS, PPK sampai ke tingkat Pusat. Catat, rekam, upload dan bagikan secara masif sampai tanggal 22 Juli 2014. RAKYAT BERSATU, TAK BISA DIKALAHKAN.
Agar kita bisa mengembalikan MARWAH Indonesia sebagai NEGARA DEMOKRASI KONSTITUSIONAL.
Hanya HUKUM yang bisa menjadi PANGLIMA nya.
A. USUT TUNTAS, TANGKAP DAN ADILI:
1. Siapapun pelaku KORUPTOR & PELANGGAR HAM di bidang kemanusiaan maupun di bidang sosial ekonomi di KOALISI HITAM.;
2. Siapapun yang melakukan KAMPANYE HITAM dan DEMOKRASI HITAM serta QUICK COUNT HITAM.
B. Kawal terus hasil perhitungan suara dari tingkat PPS, PPK sampai ke tingkat Pusat. Catat, rekam, upload dan bagikan secara masif sampai tanggal 22 Juli 2014. RAKYAT BERSATU, TAK BISA DIKALAHKAN.
Agar kita bisa mengembalikan MARWAH Indonesia sebagai NEGARA DEMOKRASI KONSTITUSIONAL.
Mari kita jadikan HUKUM SEBAGAI PANGLIMA untuk menentukan arah demokrasi kita kembali kepada DEMOKRASI PANCASILA....

